Tampilkan postingan dengan label IPNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPNU. Tampilkan semua postingan

Asep Irfan Mujahid Terpilih Jadi Ketua IPNU Pusat Periode 2015-2018

17 Des 2015 | 0 komentar

Asep Irfan Mujahid Terpilih Jadi Ketua IPNU Pusat Periode 2015-2018

 BOYOLALI - Perhelatan akbar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) berjalan sukses. Kongres IPNU XVIII  yang berlangsung di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah memutuskan Asep Irfan Mujahid sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU masa khidmat 2015-2018.

Sebelumnya bakal calon harus melewati tahap pendaftaran dan seleksi administrasi. Terdapat tiga orang yang mendaftar sebagai calon ketua umum yaitu Asep Irfan Mujahid dari Jawa Barat, Said dari DKI Jakarta, dan Abdul Rozak dari Jawa Timur. Oleh panitia ketiganya dinyatakan lolos sebagai kandidat.

Proses pemilihan berlangsung dua putaran, diputaran pertama Abdul Rozak 216 suara, Asep Irfan 201 suara, Muhammad Said 17 suara, golput 2 suara dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 436. Dari hasil tersebut Abdul Rozak dan Asep Irfan lolos ke putaran kedua sesuai dengan tata tertib pemilihan bahwa calon ketua umum harus didukung minimal 74 suara. Diputaran kedua, Asep Irfan unggul dengan perolehan 221 suara dan Abdul Rozak 214, golput 1 suara.

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Rabu (9/12/2015), Pimpinan Sidang, Mufarihul Hazin, mengesahkan Asep Irfan Mujahid sebagai ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU dengan pembacaan konsideran dihadapan peserta kongres. Kemenangan itu disambut sorak meriah dan sujud syukur.

Ketua terpilih yang akrab dipanggil Asep mengatakan tiga tahun ke depan dirinya akan fokus pada dua hal yaitu penataan administrasi dan memperkuat kaderisasi. "Tertib administrasi adalah bagian penting dari organisasi, perlu penataan kembali sama halnya dengan kaderisasi, kami akan fokus menata kaderisasi karena kondisi kader di tiap Provinsi berbeda, jadi tidak bisa disamakan," ungkap Asep kepada wartawan usai penutupan acara. Rabu (9/12/2015).

Pelajar asal Ciamis Jawa Barat itu berpesan kepada peserta Kongres untuk tetap menjaga persaudaraan keskipun belum memenangkan calon yang diusungnya. "Saya berharap semua pihak legowo dengan hasil kongres, ini merupakan pembelajaran berharga bagi kita semua bagaimana berproses yang baik," pungkasnya.

SUMBER:lintasjatim.com
Continue Reading

Struktur Organisasi IPNU

| 0 komentar

Struktur Organisasi IPNU
Struktur Organisasi IPNU


  • Pimpinan tertinggi IPNU di ibu kota Negara disebut Pimpinan Pusat IPNU (PP IPNU)
  • Pimpinan IPNU di provinsi disebut Pimpinan Wilayah IPNU (PW IPNU)
  • Pimpinan IPNU di kabupaten/kota disebut Pimpinan Cabang IPNU (PC IPNU)
  • Pimpinan IPNU di kecamatan disebut Pimpinan Anak Cabang IPNU (PAC IPNU)
  • Pimpinan IPNU di desa/kelurahan disebut Pimpinan Ranting IPNU (PR IPNU)
  • Pimpinan IPNU di Lembaga Pendidikan perguruan tinggi, pondok pesantren, SLTP/MTs, SLTA/MA  dan yang sederajat disebut Pimpinan Komisariat IPNU (PK IPNU)
Continue Reading

Lambang Organisasi

| 1komentar

Lambang Organisasi
Gambar Logo IPNU
lambang organisasi

Makna Logo

  • Warna dasar hijau tua: Subur
  • Bentuk bulatan: Kontinyu (berkesinam-bungan)
  • Lingkaran dasar putih Lingkaran tengah kuning: Hikmah dan cita-cita tinggi
  • Huruf IPNU putih: Suci
  • 3 titik di antara singkatan IPNU: Islam, Iman, Ihsan
  • 6 garis strip (kanan 3 dan kiri 3) putih: Suci
  • 9 bintang kuning: Lambang NU
  • 2 kitab putih: Al-Qur’an dan Al-Hadits
  • 2 bulu angsa bersilang putih: Menuntut ilmu agama dan ilmu umum
  • 5 sudut bintang: Rukun Islam


Continue Reading

Sejarah lahirnya IPNU

| 0 komentar

Sejarah lahirnya IPNU

Berawal dari ide para putra Nahdlatul Ulama, yakni pelajar dan santri pondok pesantren untuk mendirikan suatu kelompok atau perkumpulan .

  • Pada tahun 1939 lahir PERSANO (Persatoean Santri Nahdlatoel Oelama).
  • Pada tahun 1947 Lahir IMNU (Ikatan Murid Nahdlatul Ulama) di Malang.
  • Pada tahun 1950 berdiri IMNU (Ikatan Mubaligh Nahdlatul Ulama di Semarang.
  • PARPENO (Persatoean Pelajar Nahdlatoel Oelama) di Kediri.
  • Di Bangil berdiri Ikatan Pelajar Islam Nahdlatul Ulama.


Namun organisasi-organisasi yang telah berdiri di atas masih berjuang sendiri-sendiri dan tidak mengenal di antara satu sama lain.

Bertitik tolak dari kenyataan tersebut, maka Almarhum Tholcha Mansyur (Malang), Sofyan Cholil (Jombang), H. Mustamal (Solo) bermusyawarah untuk mempersatukan organisasi-organisasi tersebut dalam satu wadah, satu nama dan satu faham dengan nama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) saat berlangsung kongres LP Ma’arif di Semarang pada tanggal 24 Februari 1954/20 Jumadil akhir 1373 Hijriyah.

Pada kongres ke VI di Surabaya IPNU menjadi badan otonom NU (Nahdlatul Ulama). Sehingga IPNU Berhak mengatur rumah tangganya sendiri baik ke luar maupun ke dalam, tidak lagi tergantung kepada kebijakan LP Ma’arif.

Pada perkembangan selanjutnya IPNU berubah nama menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama saat kongres ke X di Jombang disebabkan organisasi pelajar yang diakui pemerintah hanya OSIS sebagai organisasi intra sekolah dan Pramuka sebagai organisasi ekstra sekolah. Sehingga ladang garap IPNU tidak hanya pelajar dan santri saja, tetapi juga pemuda, remaja dan mahasiswa.

Di dalam kongres XIV tanggal 18 – 24 Juni 2003 di Surabaya IPNU sepakat untuk kembali ke habitatnya semula dengan berganti nama menjadi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dengan orientasi pelajar, santri dan mahasiswa.

Lahirnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan wadah pengkaderan bagi generasi muda NU yang bersumber dari kalangan pesantren dan pendidikan umum, yang diharapkan dapat berkiprah di berbagai bidang, baik politik (kebangsaan), birokrasi, maupun bidang-bidang profesi lainnya. Pada awalnya embrio organisasi ini adalah berbagai organisasi atau asosiasi pelajar dan santri NU yang masih bersifat lokal dan parsial.
Tujuan Organisasi
Terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah swt., berilmu, berakhlaq mulia, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegaknya syariat Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Di bidang pendidikan IPNU mempunyai tujuan:
Untuk memelihara rasa persatuan dan kekeluargaan di antara pelajar umum, santri dan mahasiswa.
Membina dan meningkatkan pendidikan dan kebudayaan Islam.
Meningkatkan harkat masyarakat Indonesia yang berasusila dan mengabdi kepada agama, bangsa dan negara.

Trilogi IPNU
Konsep dasar perjuangan IPNU di masyarakat pelajar
Belajar – Berjuang – Bertaqwa..
Continue Reading
 
Copyright © 2011. PIMPINAN ANAC CABANG IPNU-IPPNU PEKUNCEN - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger