Lirik Syair Berkah Sholawat Uripe Nikmat

28 Jan 2016 | 0 komentar

Habib Syech - Berkah Sholawat Uripe Nikmat

Lirik Syair Berkah Sholawat Uripe Nikmat

Sholatullah Salamullah
‘Alaa Thoha Rosulillah
Sholatullah Salamullah
‘Alaa Yasiin Habibillah
Tawasalna Bibismillah
Wabil Hadi Rosulillah
Wakulli Mujahidin lillah
Bi Ahlil Badri Ya Allah

Ayo kabeh masyarakat
Bareng bareng moco sholawat
Mareng kanjeng nabi Muhammad
Berkat sholawat uripe nikmat
Ulama'e ngajak sholawat
Umaro'e ngajak sholawat
Masyarakat gelem sholawat
Berkat sholawat uripe nikmat
Para kyai nderek sholawat
Para habaib nderek sholawat
Bareng bareng masyarakat
Berkat sholawat uripe nikmat
Alhamdulillah awake sehat
Alhamdulillah awake kuat
Nderek majelis bersholawat
Berkat sholawat uripe nikmat
Urip neng ndoyo iku singkat
Sing langgeng neng akherat
Mulo ayo dho sholawat
Berkat sholawat uripe nikmat
Ayo kabeh masyarakat
Bareng bareng moco sholawat
Mareng kanjeng nabi Muhammad
Berkat sholawat maksiat minggat
Ulama'e ngajak sholawat
Umaro'e ngajak sholawat
Masyarakat gelem sholawat
Berkat sholawat maksiat minggat
Alhamdulillah awake sehat
Alhamdulillah awake kuat
Berkat Nderek majelis sholawat
Berkat sholawat indonesia selamat
Urip neng ndoyo iku singkat
Sing langgeng neng akherat
Mulo ayo dho sholawat
Berkat sholawat indonesia selamat
Continue Reading

Batasan Aurat Wanita

30 Des 2015 | 0 komentar

Batasan Aurat Wanita

Aurat artinya segala hal yang wajib ditutup ketika shalat dan dilarang untuk dilihat di luar shalat (Al Mubdi, 359). Dalil-dalil mengenai batasan aurat wanita diantaranya, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka” (QS. An Nur: 31). Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An Nur: 31). Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”” (QS. Al Ahzab: 59). Juga diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu‘anha, beliau berkata, Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya”. (HR. Abu Daud, hasan).

Berdasarkan dalil-dalil di atas dan dalil-dalil lainnya, ulama berbeda pendapat mengenai batasan aurat bagi wanita. Ulama Hanafi, Maliki dan salah satu pendapat dalam madzhab Syafi’i berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan ulama Hambali salah satu pendapat dalam madzhab Syafi’i berpendapat bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat termasuk wajah dan telapak tangan. Namun pendapat yang rajih, dan ini juga merupakan pendapat yang diterapkan oleh mayoritas kaum Muslimin di negeri kita, bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dan alhamdulillah, pengetahuan tentang batasan aurat ini bukan hal yang asing di tengah masyarakat, bahkan telah diajarkan sejak di bangku sekolah dasar.

Kaki juga termasuk aurat
Kaki adalah bagian aurat yang paling sering dilalaikan oleh kaum muslimah untuk ditutupi. Padahal telah jelas diketahui bahwa kaki adalah termasuk aurat wanita. Selain dalil-dalil mengenai batasan aurat secara umum, terdapat juga beberapa dalil yang jelas menunjukkan bahwa kaki wajib ditutup. Diantaranya yaitu hadits Ummu Salamah radhiallahu’anha, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersabda mengenai masalah menjulurkan ujung pakaian, aku berkata kepada beliau, ‘wahai Rasulullah, bagaimana dengan kami (kaum wanita)?’. Nabi menjawab: ‘julurkanlah sejengkal‘. Lalu Ummu Salamah bertanya lagi: ‘kalau begitu kedua qadam (bagian kaki dari mata kaki hingga telapak kaki) akan terlihat?’. Nabi bersabda: ‘kalau begitu julurkanlah sehasta‘. (HR. Ahmad 6/295, Abu Ya’la, shahih). Syaikh Al Albani menyatakan: “hadits ini dalil bahwa kedua qadam wanita adalah aurat. Dan ini merupakan perkara yang sudah diketahui oleh para wanita di masa Nabi. Buktinya ketika Nabi mengatakan: ‘julurkanlah sejengkal‘, Ummu Salamah berkata: ‘kalau begitu kedua qadam (bagian bawah kaki) akan terlihat?‘, menunjukkan bahwa Ummu Salamah sebelumnya sudah mengetahui bahwa kedua bagian bawah kaki adalah aurat yang tidak boleh dibuka. Dan hal itu disetujui oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Oleh karena itu beliau memerintahkan untuk memanjangkan kainnya sehasta. Dan dalam Al Qur’an Al Karim juga ada isyarat terhadap makna ini, yaitu dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya) “dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan” (QS. An Nur: 31)” (Silsilah Ash Shahihah).

Siapakah yang memerintahkan wanita berhijab?
Hijab artinya setiap yang menutupi hal-hal yang dituntut untuk ditutupi atau menghalangi hal-hal yang terlarang untuk digapai maka itu adalah hijab (Al Kulliyat, 1/360). Maka hijab muslimah adalah segala hal yang menutupi hal-hal yang dituntut untuk ditutupi bagi seorang muslimah. Jadi hijab muslimah bukan sebatas yang menutupi kepala, atau menutupi rambut, atau menutupi tubuh bagian atas saja. Namun hijab muslimah mencakup semua yang menutupi aurat, lekuk tubuh dan perhiasan wanita dari ujung rambut sampai kaki.

Perintah berhijab tegas disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam Al Qur’an (yang artinya):  “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menjulurkan khimar ke dadanya…” (QS. An Nuur: 31).

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…” (QS. Al Ahzab: 59). Juga hadits mengenai batasan aurat yang telah disebutkan di atas merupakan dalil tegas wajibnya berhijab bagi wanita muslimah. Maka perhatikanlah, yang memerintahkan para wanita muslimah untuk berhijab adalah Allah dan Rasul-Nya. Bukan orang tuanya, ustadz, kyai, atau siapapun.

Syarat-syarat hijab yang syar’i
Karena berhijab itu wajib bagi seorang muslimah, maka wajib pula baginya untuk mempelajari bagaimana kriteria hijab muslimah yang syar’i. Dan sebagaimana telah dijelaskan, hijab mencakup seluruh pakaian wanita dari ujung kepala hingga ujung kaki, ini semua hendaknya memperhatikan syarat-syarat yang ditetapkan oleh syariat. Syarat-syarat hijab muslimah yang syar’i adalah sebagai berikut: “(1) Menutupi seluruh tubuh kecuali yang tidak wajib ditutupi; (2) Tidak berfungsi sebagai perhiasan (yaitu bukan untuk memperindah diri); (3) Kainnya tebal tidak tipis; (4) Lebar, tidak ketat yang menampakkan bentuk lekukan tubuh; (5) Tidak diberi pewangi atau parfum; (6) Tidak menyerupai pakaian lelaki; (7) Tidak menyerupai pakaian wanita kafir; (8) Bukan merupakan libas syuhrah (pakaian yang menarik perhatian orang-orang)” (Al Ikhtiyarat Al Fiqhiyyah Lil Imam Al Albani).

Demikianlah kriteria hijab syar’i yang dijelaskan para ulama, bukan sekedar kain pembungkus rambut atau kain pembalut tubuh, sebagaimana yang banyak disalah-pahami oleh kebanyakan wanita muslimah. Semoga Allah memberi taufiq.

Alasan-alasan penghambat berhijab
1. “Saya belum siap berhijab”

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya agama itu mudah” (HR. Bukhari). Dari hadits ini para ulama menjelaskan bahwa semua perintah dalam Islam itu pasti mampu dan mudah dilakukan oleh semua manusia. Demikian juga berhijab, jika kita renungkan sebenarnya mudah dan siap kapan saja untuk dilakukan. Hanya saja setan senantiasa membisikkan berbagai macam alasan kepada para muslimah sehingga mengesankan berhijab itu sulit. Selain itu, renungkanlah firman Allah (yang artinya), “Hanya ucapan orang-orang beriman, yaitu ketika mereka diajak menaati Allah dan Rasul-Nya agar Rasul-Nya tersebut memutuskan hukum diantara kalian, maka mereka berkata: Sami’na Wa Atha’na (Kami telah mendengar hukum tersebut dan kami akan taati). Merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. An Nuur: 51). Ketika diperintah oleh Allah dan Rasul-Nya, orang beriman mengatakan: “kami dengar, dan kami taat”, bukan “kami dengar, tapi nanti dulu saya belum siap”.

2. “Lebih penting jilbab hati terlebih dahulu”

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah, jika ia baik seluruh tubuh akan baik, dan jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak” (Muttaqun ‘alaih). Maka jika hati itu baik, pasti secara lahiriyah baik. Baik di sini artinya sudah sesuai dengan tuntunan agama. Maka muslimah yang hatinya baik, pasti ia berhijab syar’i. Dan bagaimana mungkin seorang muslimah yang membuka aurat, melanggar ajaran agama, merasa hatinya sudah baik?

3. “Banyak wanita berhijab yang akhlaknya buruk, tidak sepadan dengan hijabnya”

Seorang muslimah, selama ia masih manusia, tentu masih berpotensi untuk berbuat dosa dan lupa. Baik ia sudah berjilbab atau belum. Berhijab tidak memastikan atau menjamin seorang muslimah pasti aman dari perbuatan dosa seperti akhlak yang buruk, perkataan yang buruk, dan pelanggaran lainnya. Namun akhlak yang baik itu wajib, baik sudah berhijab atau belum. Dan berhijab pun wajib, baik akhlak sudah baik atau pun belum.

4. “Saya belum dapat hidayah”

Hidayah itu dicari, bukan ditunggu. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhaan Kami, sungguh akan kami tunjuki kepada jalan Kami” (QS. Al Ankabut: 69). Oleh karena itu berhentilah menunggu hidayah, mulailah mencari hidayah. Bahkan berhijab adalah salah satu bentuk bersungguh-sungguh dalam mencari keridhaan Allah, semoga dengan itu menjadi sebab untuk menapaki jalan yang benar.

Peringatan bagi suami yang membiarkan istri dan anaknya tidak berhijab
Para suami wajib memerintahkan dan membimbing keluarganya untuk menaati ajaran agama. Bukan membiarkan mereka mengikuti kemauan masing-masing. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tidak masuk surga orang yang durhaka terhadap orang tuanya, dayyuts (suami yang membiarkan keluarganya bermaksiat), dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Al Baihaqi, shahih). Ancaman yang mengerikan sekali bukan!? Oleh karena itu dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An Nawawi membuat judul bab: “Bab wajib (bagi seorang suami) untuk memerintahkan istrinya dan anak-anaknya yang sudah mumayyiz serta semua orang yang ada dalam tanggung jawabnya untuk mengerjakan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan melarang mereka dari semua penyimpangan serta wajib mengatur mereka serta mencegah mereka terhadap hal-hal yang dilarang agama”. Maka hendaknya para suami membimbing dan memerintahkan istri dan anak-anak perempuan mereka untuk berhijab yang syar’i. Tentunya didasari dengan ilmu yang benar serta dilakukan dengan cara yang hikmah dan bertahap.

Akhir kata, demikian risalah singkat ini. Semoga bermanfaat bagi kami yang menulisnya dan yang membacanya, di hari ketika tidak ada pertolongan kecuali pertolongan-Nya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua terkhusus kaum muslimah di negeri kita, Wabillahi at taufiq was sadad.
Continue Reading

LATAR BELAKANG LAHIRNYA Nahdlatul Ulama’

17 Des 2015 | 0 komentar

LATAR BELAKANG LAHIRNYA Nahdlatul Ulama’


Pada dasarnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) didirikan sebagai organisasi pelajar dan santri. Pada awalnya, berdiri pada tahun 1954 dan 1955, ia didirikan dalam rangka menyatukan gerakan langkah dan dinamisasi kaum terpelajar di kalangan Nahdliyin.

Menurut sejarawan dalam memahami peristiwa sejarah (Histirical Moment) ada tiga aspek yang harus diperhatikan, yaitu masa kini dan masa yang akan datang. Ketikan Konggres LP Ma’arif di Semarang tanggal 20 jumadi Akhir 1337 atau tanggal 24 Februari 1954 M. tholhah  Mansyur mengusulkan dibentuknya ikatan bagi pelajar NU, yang mana anggotanya adalah putra NU dan usulan tersebut diterima oleh forum, detik itu pula resmi IPNU dilahirkan dikota Semarang.

Seorang Mahasiswa UGM, Umroh Mahfodhoh mengadakan musyawarah di pondok pesantren Muallimat Solo untuk mengusahakan adanya pembentukan wadah bagi putra-putri NU.

Pada saat diadakan koggres IPNU I di Malang Jawa Timur pada tanggal 28 Februari-5 Maret 1955 yang dipimpin oleh Presiden Ir Soekarno disusulkan dibentuknya wadah putra putri Nahdlatul Ulama’, teryata usulan tersebut diterima oleh forum, maka pada tanggal 8 Rajab 1374 atau 2 maret 1955 IPPNU resmi didirikan dengan kepanjangan Ikatan Putri Putri Nahdlatul Ulama’.

Dalam perjalanan IPNU-IPPNU mengalami tiga fase perubahan, yang pertaman IPNU lahir berbasis pelajar dan santri, kedua IPNU-IPPNU berbasis umum, ketiga IPNU-IPPNU kembali kehabitatnya lagi. Ketika fase kedua IPNU-IPPNU satu persoalan yang cukup besar dimana  IPNU-IPPNU hampie kehilangan jati dirinya sebagai kader, dengan adanya tekanan yang dilakukan oleh rezim orde baru dengan strategi penerapan UU nomor 8 tahun 1985, yaitu tentang idiologi ormas yang menjadikan pancasila sebagai satu-satunya asas, serta dipolitisasi (penghapusan) dengan mewadahi semua OKP dalam KNPI.

Selain itu, dengan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri yang salah satu poinnya berisi pelarangan organisasi kesiswaan selain OSIS dan Pramuka.

Dengan demikian akhirnya IPNU-IPPNU berbenah diri dan mengubah orientasi dalam garis perjuangan IPNU-IPPNU pasca berlakunnya Undang-Undang tersebut.

Obyektifitas diatas akhirnya teraktualisasi dalam keputusan konggres IPNU-IPPNU ke  X tahun 1998 di Jombang Jawa Timur. Huruf ‘P’, semula pelajar berubah menjadi ‘Putra’ (IPNU), Putra Putri (IPPNU) hal ini menjadikan segmentasi IPNU-IPPNU lebih luas.

Format baru pasca konggres X Jombang, IPNU-IPPNU mengalami masa konsolidasi ulang dalam bingkai pergulatan organisasi dan orientasi social, disadari maupun tidak perlauan orientasi ternyata berdampak kurang baik terhadap kinerja dan aktifitas IPNU-IPPNU secara institusional maupun secara operasional.

Secara konstitusional diartikan bahwa IPNU dapat dipandang sebagai organisasi kepemudaan di lingkungan NU. Secara operasional dilapangan menyebabkan tarik menarik dalam perebutan segmen anggota, bidang garap dan wacana. Karena dipandang tidak efektif, pada konggres IPNU 2000 di Makasar Sulawesi Selatan mengelaurkan deklarasi Makasar lewat rekomendasi komisi A (organisasi) mencetuskan keputusan

· Mengembalikan IPNU pada visi kepelajaran, sebagaimana tujuan awal

· Menumbuhkembangkan IPNU pada basis perjuangan yaitu sekolah dan pondok pesantren

· Mengembangkan Corp Brigade Pembangunan sebagai kelompok kedisiplinan, kepanduan dan pencinta alam.

Fase ketiga merupakan implementasi dari isi deklarasi makasar tahun 2000, tepatnya pada Konggres XIV di Sukolilo Surabaya pada tanggal 18-21 Juni 2003 IPNU-IPPNU kembali kebasis pelajar.
Continue Reading

TENTANG PENGAJIAN AL MUDAWAMAH

| 0 komentar


SEKILAS TENTANG PENGAJIAN AL MUDAWAMAH





pengajian al mudawamah adalah pengajian rutinan yang dilaksanakan 3 mingguan sekali oleh pac pekuncen ,kata mudawamah sendiri diambil dari bahasa arab yang berarti kontinyunitas/terus menerus mengambil nama tersebut dengan harapan pengajian ini akan dilaksanakan dari masa kini hingga masa yang akan datang 

biasanya pengajian mudawamah dilaksanakan bergilir antar ranting untuk menjalin silatirahim antar sesama ranting dan pengurus pac pekuncen  

diseluruh kecamatan pekuncen yang berjumlah 16 ranting yaitu :

  • ranting tumiyang
  • ranting glempang 
  • ranting pekuncen
  • ranting krajan 
  • ranting kranggan
  • ranting karang kemiri
  • ranting semedo
  • ranting petahunan
  • ranting cibangkong 
  • ranting cikawung
  • ranting karang klesem
  • ranting candi negara
  • ranting cikembulan
  • ranting pasiraman lor
  • ranting pasiraman kidul
  • ranting banjaranyar


dan 4 komisariat yaitu:

  • mts ma'arif 1 pekuncen
  • smp maarif 1 pekuncen
  • ma aridho
  • smk maarif 1pekuncen



diharapkan dengan terjalinnya shilaturohim yang mudawamah setiap 3 minggu sekali maka akan menghasilkan kader yang solid untuk menghasilkan tatanan organisasi yang tangguh dalam belajar,berjuang dan bertakwa


dalam pengajian al mudawamah pada akhir season pengajian biasanya akan diselingi tanya jawab antara penceramah dan penyimak.


mudah mudahan kegiatan ini akan langgeng dan istikomah amiin.
Continue Reading

seputar kegiatan

| 0 komentar

seputar kegiatan



Continue Reading

Asep Irfan Mujahid Terpilih Jadi Ketua IPNU Pusat Periode 2015-2018

| 0 komentar

Asep Irfan Mujahid Terpilih Jadi Ketua IPNU Pusat Periode 2015-2018

 BOYOLALI - Perhelatan akbar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) berjalan sukses. Kongres IPNU XVIII  yang berlangsung di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah memutuskan Asep Irfan Mujahid sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU masa khidmat 2015-2018.

Sebelumnya bakal calon harus melewati tahap pendaftaran dan seleksi administrasi. Terdapat tiga orang yang mendaftar sebagai calon ketua umum yaitu Asep Irfan Mujahid dari Jawa Barat, Said dari DKI Jakarta, dan Abdul Rozak dari Jawa Timur. Oleh panitia ketiganya dinyatakan lolos sebagai kandidat.

Proses pemilihan berlangsung dua putaran, diputaran pertama Abdul Rozak 216 suara, Asep Irfan 201 suara, Muhammad Said 17 suara, golput 2 suara dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 436. Dari hasil tersebut Abdul Rozak dan Asep Irfan lolos ke putaran kedua sesuai dengan tata tertib pemilihan bahwa calon ketua umum harus didukung minimal 74 suara. Diputaran kedua, Asep Irfan unggul dengan perolehan 221 suara dan Abdul Rozak 214, golput 1 suara.

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Rabu (9/12/2015), Pimpinan Sidang, Mufarihul Hazin, mengesahkan Asep Irfan Mujahid sebagai ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU dengan pembacaan konsideran dihadapan peserta kongres. Kemenangan itu disambut sorak meriah dan sujud syukur.

Ketua terpilih yang akrab dipanggil Asep mengatakan tiga tahun ke depan dirinya akan fokus pada dua hal yaitu penataan administrasi dan memperkuat kaderisasi. "Tertib administrasi adalah bagian penting dari organisasi, perlu penataan kembali sama halnya dengan kaderisasi, kami akan fokus menata kaderisasi karena kondisi kader di tiap Provinsi berbeda, jadi tidak bisa disamakan," ungkap Asep kepada wartawan usai penutupan acara. Rabu (9/12/2015).

Pelajar asal Ciamis Jawa Barat itu berpesan kepada peserta Kongres untuk tetap menjaga persaudaraan keskipun belum memenangkan calon yang diusungnya. "Saya berharap semua pihak legowo dengan hasil kongres, ini merupakan pembelajaran berharga bagi kita semua bagaimana berproses yang baik," pungkasnya.

SUMBER:lintasjatim.com
Continue Reading

Puti Hasni Terpilih Sebagai Ketum PP IPPNU 2015-2018

| 0 komentar

Puti Hasni Terpilih Sebagai Ketum PP IPPNU 2015-2018




Boyolali,



Kongres pelajar NU memilih rekanita Puti Hasni sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) untuk masa bakti 2015-2018.

 Puti memperoleh suara terbanyak daripada calon lainnya Nunung Nurjanah.

Puti Hasni mendapat dukungan 102 suara dari cabang dan wilayah se-Indonesia.

 Sementara Nunung memperoleh dukungan 84 suara.

Proses pemilihan berlangsung sesaat setelah sidang tata tertib yang dipimpin Sekjen PP IPPNU Wildatus Sururoh.

 Pemilihan selesai dini hari pukul 3.05 di Asrama Haji Donohudan kabupaten Boyolali, Selasa (8/12).


Ucapan selamat untuk Puti Hasni berdatangan dari pelbagai pihak baik pendukung maupun bukan.

“Selamat untuk Ketua Umum Terpilih PP IPPNU Puti Hasni. Selamat mengabdi. Semoga amanah dan bijaksana dalam mengemban amanah organisasi ke depan,” kata Sekretaris IPPNU Pangandaran Ai Hartati, Selasa (8/12).

Pemilihan berakhir dengan lantunan sholawat, mars IPPNU, dan jabat tangan peserta Kongres IPPNU.

SUMBER: NU ONLINE

Continue Reading

Pengertian IPNU dan IPPNU

| 0 komentar

 Pengertian IPNU dan IPPNU


Adalah organisasi yang berazaskan pancasila, beraqidah Islam Ahlussunah Wal Jama'ah yang mengikuti salah satu madzhab 4 (empat) :
 (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hambali) 
yang bersifat, keterpelajaran, kekaderan, kemasyarakatan, kebangsaan dan keagamaan yang dilahirkan pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H bertepatan pada tanggal 24 Februari 1954 untuk IPNU dan 8 Rajab 1374 H yng bertepatan dengan tanggal 2 Maret 1955 untuk IPPNU.


Fungsi IPNU dan IPPNU:

1. Wadah perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama dalam pendidikan dan kepelajaran.
2. Wadah kaderisasi pelajar untuk mempersiapkan kader-kader penerus Nahdlatul Ulama dan pemimpin bangsa.
3. Wadah penguatan pelajar dalam melaksanakan dan mengembangkan Islam ahlussunah wal-Jamaah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai nahdliyah.
4. Wadah komunikasi pelajar untuk memperkokoh ukhuwah nahdliyah, islamiyah, insaniyah dan wathoniyah.

. Tujuan IPNU - IPPNU:

1. Terbentuknya kesempurnaan pelajar Indonesia yg bertaqwa kepada Allah, berilmu dan berakhlakul karimah.
2. Bertanggung jawab atas tegak dan berkembangnya syari’ah Islam menurut faham Aswaja.
3. Terbentuknya kader Islam yang berwawasan kebangsaan.
4. Terbentuknya masyarakat Indonesia yang adil makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Dengan kata lain, tujuan IPNU - IPPNU adalah :
"Terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlakul karimah, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syariat Islam menurut faham Ahlussunah Wal Jamaah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945".

Usaha IPNU – IPPNU:

1. Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi.
2. Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa.
3. Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan psrogram perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah al-ammah), guna terwujudnya khaira ummah.
4. Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.
Continue Reading

Pengertian Organisasi

| 0 komentar

Pengertian Organisasi

Organisasi adalah suatu sistem kerja sama antar dua orang atau lebih yang secara sadar dimaksudkan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi secara sederhana juga dapat didefinisikan sebagai kumpulan orang-orang yang ingin melakukan hal-hal tertentu, dengan cara-cara tertentu guna mencapai tujuan tertentu  secara bersama-sama. Jadi apabila orang-orang berkumpul menjadi satu, dan kemudian mereka berkumpul secara formal mencapai persetujuan untuk mengkombinasi upaya mereka untuk mencapai tujuan bersama, maka hasilnya berupa sebuah organisasi.
Dengan pengertian ini maka yang dapat dikategorikan sebagi organisasi adalah suatu bentuk yang memenuhi komponen sebagai berikut:
Adanya dua orang atau lebih;
Adanya tujuan yang ingin dicapai secara bersama;
Individu yang terikat dalam organisasi tersebut meiliki kemauan dan kemampuan untuk saling bekerja sama;
Terjadi komunikasi antara individu yang terikat dalam kerja sama

Setiap organisasi berlandaskan sejumlah manusia; tiada organisasi dapat eksis tanpa manusia. Organisasi-organisasi memiliki suatu tujuan, yang mengarahkan upaya-upaya orang-orang di dalam organisasi demikian, menuju ke arah tujuan tertentu, walaupun tujuan-tujuan para individu pada organisasi tersebut mungkin berbeda. Organisasi secara sadar menstruktur aktivitas-aktivitas anggotanya dengan jalan membagi tugas-tugas antara mereka, dan mengembangkan sebuah sistem untuk mengkoordinasi mereka. Akhirnya dapat dikatakan bahwa setiap organisasi meiliki suatu batas yang jelas, yang menyatakan siapa saja berada di dalamnya dan siapa saja berada di luarnya.
Jika kita ingin membangun sebuah organisasi seperti sebuah klub sepak bola yang selalu menang, pertama-tama kita harus mencari tahu apa yang membuat mereka bisa berhasil. Klub-klub sepak bola yang berhasil, memiliki prinsip seperti berikut:
Kohesi, berarti kepaduan. Itu berarti para anggota menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan mereka sendiri.
Kerjasama kelompok
 berarti bekerja bersama-sama untuk memaksimalkan kekuatan individu para anggota kelompok dan meminimalkan kelemahan mereka.
Semangat juang tinggi, merupakan sebuah perasaan terdalam tentang kesejahteraan yang tidak bergantung pada faktor luar.
Semangat korp, berasal dari sebuah kata Perancis yang berhubungan dengan semangat juang organisasi sebagai sebuah kesatuan.

Ciri-ciri umum organisasi


Edgar H. Schein, seorang psikolog keorganisasian terkenal berpendapat bahwa semua organisasi memiliki empat macam ciri atau karakteristik sebagai berikut:

  • Koordinasi upaya;
  • Tujuan umum bersama;
  • Pembagian kerja;
  • Hirarki otoritas



  • Koordinasi


Seringkali kita mendengar pernyataan bahwa : dua “kepala” lebih baik dibandingklan dengan satu “kepala”. Para individu yang bekerja sama dan mengkoordinasi uapaya mental atau fiskal mereka dapat mencapai banyak hal yang hebat, dan yang menakjubkan. Perhatikan saja piramida-piramida di Mesir, tembok besar di R.R.C sebagai contoh. Seluruh karya tersebut jauh melampaui bakat dan kemampuan seorang individu tunggal. Koordinasi upaya memperbesar kontribusi-kontribusi individual.

  • Tujuan umum bersama


Koordinasi upaya tidak mungkin terjadi, kecuali apabila pihak yang telah bersatu, mencapai persetujuan untuk berupaya mencapai sesuatu yang merupakan kepentingan bersama. Sebuah tujuan umum bersama, memberikan kepada anggota sesuatu organisasi sebuah rangsangan untuk bertindak.
Pembagian kerja

Dengan jalan membagi-bagi tugas-tugas kompleks menjadi pekerjaan yang terspesialisasi, maka suatu organisasi dapat memanfaatkan sumber-sumber daya manusianya secara efisien. Pembagian kerja memungkinkan para anggota organisasi-organisasi menjadi lebih terampil dan mampu karena tugas-tugas terspesialisasi dilaksanakan berulang-ulang. (Catatan : ingat bahwa over-spesialisasi dapat menyebabkan timbulnya perasaan bosan dan sikap menentang).


  • Hirarki otoritas


Menurut teori organisasi tradisional, apabila ingin dicapai sesuatu hasil melalui upaya kolektif formal, maka harus ada orang yang diberi otoritas untuk melaksanakan kegiatan agar tujuan-tujuan yang diinginkan dilaksanakan secara efektif dan efisisen.
Para teoritisi organisasi telah merumuskan otoritas sebagai hak untuk mengarahkan dan memimpin kegiatan-kegiatan pihak lain. Tanpa hirarki otoritas yang jelas, koordinasi upaya akan mengalami kesulitan bahkan kadang-kadang tidak mungkin dilaksanakan. Akuntabilitas juga dibantu, apabila orang-orang bekerja dalam apa yang seringkali dinamakan rantai komando (The Chain of Command).

Mengapa Organisasi Penting?


Dalam sebuah organisasi kita diajarkan bagaimana menjadi pemimpin. Dalam organisasi kita belajar bagaimana membuat rencana atau program agar tercapai maksud dan tujuan kita dengan cara yang efektif dan efisien. Disini kita diajarkan bukan hanya mewujudkan nilai-nilai ajaran agama  seperti  jujur dan ikhlas, tapi lebih dari itu kita diajarkan bagaimana agar memiliki sikap berani, tegas, adil dan arif serta bijaksana. Melalui organisasi kita dilatih untuk dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Kita diajarkan bagaimana kita bisa menolong orang, membantu mereka yang berada dalam kesulitan dan kesusahan, dan lain sebagainya. Bukankah nabi katakan bahwa “sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat kepada manusia yang lainnya”. Dengan organisasi, baik tujuan agama, negara, bangsa maupun pribadi akan lebih mudah diwujudkan.

Bagi pelajar sendiri, berorganisasi menjadi suatu hal sangat penting dan  berharga agar nilai-nilai agama ataupun sikap-sikap yang baik dapat tumbuh dan berkembang sejak di bangku sekolah. Pada usia pelajarlah sesungguhnya saat yang sangat tepat untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai tersebut. Jadi kalau di bangku sekolah diajarkan pelajaran Matematika dan ilmu-ilmu eksakta yang hakikatnya mengajarkan kejujuran pada kita, pelajaran PPKN mengajarkan bagaimana kita hidup bermasyarakat, pelajaran agama mengajarkan kepada kita untuk patuh kepada Allah SWT, Nabi dan orang tua kita, maka melalui organisasi nilai-nilai yang terkandung pada mata pelajaran tersebut akan lebih mudah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mulailah berorganisasi sejak dini, sejak di bangku sekolah atau kuliah! Atau kita akan terlambat, dan menyesal nanti.
Continue Reading

TENTANG MAKESTA

| 0 komentar

TENTANG MAKESTA


A.    DASAR PEMIKIRAN

Secara ideal, remaja khususnya remaja Islam selalu diharapkan kehadirannya sebagai penerus dan pewaris generasi tua. Dalam hal ini, generasi muda NU mau tidak mau harus siap menggantikan para tokoh-tokoh NU dan ulama’. Kehadirannya tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan situasi dan tingkat kondisi umat.
Umat Islam dan juga komunitas-komunitas lain terus berkembang mengalami beberapa corak perbenturan kultural (tatanan sosial), dan setiap perkembangan itu menyebabkan munculnya realitas dan lingkungan sosial yang baru. Hal ini menuntut kesiapan generasi muda NU dalam menjawab tantangan global yang semakin terbuka tanpa batas. Mereka dituntut menemukan kaitan hubungan antara simbol dan idiom (maziyah) agama yang bertolak dari kesadaran dan keadaan lingkungan sosial yang universal. Generasi muda harus mampu menemukan relevansi dan signifikansi nilai-nilai Islam yang sebenarnya universal dengan realitas sosial yang berkembang di masyarakat.
IPNU-IPPNU sebagai organisasi tempat berhimbun generasi muda pelajar yang berada dalam kibaran Jam’iyah Nahdlatul Ulama, sebagai wadah penempatan jati diri, interaksi sosial, kejuangan dengan sandaran nilai keagamaan dan kebangsaan. Kelembagaan yang integral dari potensi generasi muda Indonesia, serta bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara secara utuh.
Dalam percaturan nasional IPNU-IPPNU merupakan salah satu pilar penyangga pembinaan generasi muda bangsa yang bertaqwa, berilmu dan berkarya, serta memiliki kedudukan yang strategis sebagai wahana kaderisasi Pelajar putra-putri NU sekaligus alat perjuangan NU dalam pembinaan pemuda.
Dengan harapan terciptanya generasi masa depan yang tangguh sehingga dapat menghantarkan bangsa Indonesia meraih cita-cita luhur dan menjadi bangsa besar yang diperhitungkan di tengah perhelatan kehidupan dunia.
Maka dengan hal itu, kami bermaksud mengadakan kegiatan  MAKESTA berdasarkan program kerja  IPNU-IPPNU Tirtomoyo”.

B.    TUJUAN KEGIATAN

1.      Tujuan Umum
Sebagai sarana pembentukan karakter kader yang mengarah pada perubahan jiwa, sikap, mental serta menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya suatu organisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2.      Tujuan khusus
Setelah mengikuti MAKESTA, diharapkan peserta dapat :
a.       Memotivasi jiwanya untuk mau berorganisasi dan menjadi anggota IPNU-IPPNU aktif.
b.      Mempunyai  sikap dan mental sebagai anggota IPNU-IPPNU dan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap organisasi IPNU-IPPNU.
c.       Mampu menempatkan dirinya sebagai anggota masyarakat yang baik.
d.      Menumbuhkan rasa bahwa berorganisasi/ bermasyarakat adalah merupakan sebuah kebutuhan, dan IPNU-IPPNU adalah organisasi pilihan yang tepat untuk pelajar NU.

C.    TARGET KEGIATAN

Target dalam MAKESTA adalah diharapkan mampu:
a.       Membentuk kader yang menyadari tugas dan tanggung jawab terhadap organisasi.
b.      Membentuk kader yang mempunyai kesadaran tinggi akan pentingnya organisasi.
c.       Membentuk kader yang mempunyai motivasi tinggi untuk mengikuti pelatihan  selanjutnya.
d.      Membentuk kader yang bisa mengembangkan dan memajukan organisasi secara spesifik serta untuk kemajuan generasi bangsa secara global.

FOTO KEGIATAN MAKESTA DI SMP MA'ARIF PEKUNCEN 14/11/2015,





Continue Reading

Makna lambang

| 1komentar

Makna lambang :


  • Warna hijau : kebenaran, kesuburan serta dinamis
  • Warna putih: kesucian, kejernihan serta kebersihan.
  • Warna kuning: hikmah yang tinggi/ kejayaan.
  • Segitiga: Iman, Islam dan Ihsan.
  • Dua buah garis tepi mengpit warna kuning: dua kalimat syahadat.
  • Sembilan bintang: keluarga Nahdlatul Ulama, yang diartikan.
  • Satu bintang besar paling atas: Nabi Muhammad SAW.
  • Empat bintang di sebelah kanan: empat sahabat Nabi (Abu Bakar  as, Umar Ibn Affn as dan Ali Ibn Abi Thalib as).
  • Empat bintang di sebelah kiri: empat madzab yang diikuti (Maliki, Hanafi, Syafi’i dan Hambali).
  • Dua kitab: Al-Qur’an dan Hadits.
  • Dua bulu bersilang: aktif menulis dan membaca untuk menambah wacana berfikir.
  • Dua bunga melati: perempuan yang dengan kebersihan pikiran dan kesucian hatinya memadukan dua unsur ilmu pengetahuan umum dan agama.
  • Lima titik di antara tulisan I. P. P. N. U.: rukun Islam.
Continue Reading

SEJARAH SINGKAT IKATAN PELAJAR PUTERI NAHDLATUL ULAMA’ (IPPNU)

| 0 komentar

SEJARAH SINGKAT IKATAN PELAJAR PUTERI NAHDLATUL ULAMA’ (IPPNU)

IPPNU adalah salah satu Badan Otonom NU yang membidangi pelajar, santri dan remaja puteri NU. Dalam sejarahnya, kelahiran IPPNU di mulai saat wacana perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat di angkat pada kalangan NU, terutama muslimat, fatayat, GP anshor, IPNU dan banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU puteri pada kongres I IPNU pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1955 yang di adakan di Malang Jawa Timur. Dimana selanjutnya disepakati bahwa peserta puteri yang hadir di Malang dinamakan IPNU puteri. Dalam suasana kongres, ternyata keberadaan IPNU puteri masih diperdebatkan dengan rencana semula menyatakan bahwa keberadaan IPNU puteri secara administratif menjadi salah satu departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil musyawarah dengan pengurus PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putera. Melihat hasil tersebut, pada hari kedua kongres, beberapa peserta puteri yang terdiri dari lima utusan daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang, dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan jajaran Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yakni KH. Syukri Ghozali (PB. Ma’arif) dan Ny.Hj. Mahmudah Mawardi (PP. Muslimat), kemudian menghasilkan beberapa keputusan yakni :

Pembentukan organisasi IPNU puteri secara organisatoris dan administratif terpisah dari IPNU
Tanggal 2 maret 1955 M/8 Rojab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU puteri
Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan-pembentukan cabang selajutnya di tetapkan sebagai ketua yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib
PP. IPNU puteri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah
Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU puteri kepada PB Ma’arif NU. Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU puteri menjadi Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU)
Pada awalnya, sejak berdirinya IPPNU bernaung di bawah LP Ma’arif, namun sejak tahun 1966 melalui kongresnya di Surabaya, IPPNU berdiri sendiri sebagai salah satu Badan Otonom NU. Struktur kepengurusannya terdiri dari Pucuk Pimpinan di tingkat pusat, Pimpinan Wilayah di tingkat propinsi, Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten/kota, pimpinan anak cabang di tingkat kecamatan dan Pimpinan Ranting di tingkat desa/kelurahan serta khusus untuk pondok pesantren, dan sekolah di namakan Komisariat.

Sejak tahun 1988 melalui kongresnya yang ke-9 di Jombang Jawa Timur (29-31 Januari 1988), kepanjangan IPPNU berganti menjadi Ikatan Puteri-Puteri Nahdlatul Ulama, karena harus menyesuaikan diri dengan Undang-Undang nomor 8 tahun 1985 tentang keormasan, yang melarang adanya organisasi pelajar di sekolah, kecuali OSIS.

Namun setelah Orde Baru tumbang , di saat kebebasan berpendapat dan berekspresi bisa diperoleh dengan mudah, singkatan itu dikembaikan lagi seperti saat kelahirannya. Melalui kongresnya yang ke-13 di Surabaya pada tanggal 18-22 Juni 2003, kepanjangan IPPNU kembali seperti semula menjadi Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama’.
Continue Reading

MARS IPPNU

| 0 komentar

MARS  IPPNU

Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahya
Ayunkan langkah pukul genderang
Segala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita
Sujud kepala kepada tuhan
Tegak kepala lawan derita
Dimalam yang sepi dipagi yang terang
Hatiku teguh bagimu ikatan
Dimalam yang hening dihati membakar
Hatiku penuh bagimu pertiwi
Mekar seribu bunga ditaman
Mekar cintaku pada ikatan
Ilmu kucari amal kuberi
Untuk agama bangsa dan negeri
Continue Reading

MARS IPNU

| 0 komentar

MARS IPNU

Wahai pelajar Indonesia
Siapkanlah barisanmu
Bertekat bulat bersatu
Di bawah kibaran panji IPNU
Wahai pelajar islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam Negara Indonesia
Tanah air yang ku cinta
Dengan berpedoman kita belajar
Berjuang serta bertakwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan
Bersatu wahai pelajar islam jaya
Tunaikanlah kewajiban yang mulya
Ayo maju pantang mundur
Dengan rahmat tuhan kita perjuangkan
Ayo maju pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur
Continue Reading

Struktur Organisasi IPNU

| 0 komentar

Struktur Organisasi IPNU
Struktur Organisasi IPNU


  • Pimpinan tertinggi IPNU di ibu kota Negara disebut Pimpinan Pusat IPNU (PP IPNU)
  • Pimpinan IPNU di provinsi disebut Pimpinan Wilayah IPNU (PW IPNU)
  • Pimpinan IPNU di kabupaten/kota disebut Pimpinan Cabang IPNU (PC IPNU)
  • Pimpinan IPNU di kecamatan disebut Pimpinan Anak Cabang IPNU (PAC IPNU)
  • Pimpinan IPNU di desa/kelurahan disebut Pimpinan Ranting IPNU (PR IPNU)
  • Pimpinan IPNU di Lembaga Pendidikan perguruan tinggi, pondok pesantren, SLTP/MTs, SLTA/MA  dan yang sederajat disebut Pimpinan Komisariat IPNU (PK IPNU)
Continue Reading

Lambang Organisasi

| 1komentar

Lambang Organisasi
Gambar Logo IPNU
lambang organisasi

Makna Logo

  • Warna dasar hijau tua: Subur
  • Bentuk bulatan: Kontinyu (berkesinam-bungan)
  • Lingkaran dasar putih Lingkaran tengah kuning: Hikmah dan cita-cita tinggi
  • Huruf IPNU putih: Suci
  • 3 titik di antara singkatan IPNU: Islam, Iman, Ihsan
  • 6 garis strip (kanan 3 dan kiri 3) putih: Suci
  • 9 bintang kuning: Lambang NU
  • 2 kitab putih: Al-Qur’an dan Al-Hadits
  • 2 bulu angsa bersilang putih: Menuntut ilmu agama dan ilmu umum
  • 5 sudut bintang: Rukun Islam


Continue Reading

Sejarah lahirnya IPNU

| 0 komentar

Sejarah lahirnya IPNU

Berawal dari ide para putra Nahdlatul Ulama, yakni pelajar dan santri pondok pesantren untuk mendirikan suatu kelompok atau perkumpulan .

  • Pada tahun 1939 lahir PERSANO (Persatoean Santri Nahdlatoel Oelama).
  • Pada tahun 1947 Lahir IMNU (Ikatan Murid Nahdlatul Ulama) di Malang.
  • Pada tahun 1950 berdiri IMNU (Ikatan Mubaligh Nahdlatul Ulama di Semarang.
  • PARPENO (Persatoean Pelajar Nahdlatoel Oelama) di Kediri.
  • Di Bangil berdiri Ikatan Pelajar Islam Nahdlatul Ulama.


Namun organisasi-organisasi yang telah berdiri di atas masih berjuang sendiri-sendiri dan tidak mengenal di antara satu sama lain.

Bertitik tolak dari kenyataan tersebut, maka Almarhum Tholcha Mansyur (Malang), Sofyan Cholil (Jombang), H. Mustamal (Solo) bermusyawarah untuk mempersatukan organisasi-organisasi tersebut dalam satu wadah, satu nama dan satu faham dengan nama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) saat berlangsung kongres LP Ma’arif di Semarang pada tanggal 24 Februari 1954/20 Jumadil akhir 1373 Hijriyah.

Pada kongres ke VI di Surabaya IPNU menjadi badan otonom NU (Nahdlatul Ulama). Sehingga IPNU Berhak mengatur rumah tangganya sendiri baik ke luar maupun ke dalam, tidak lagi tergantung kepada kebijakan LP Ma’arif.

Pada perkembangan selanjutnya IPNU berubah nama menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama saat kongres ke X di Jombang disebabkan organisasi pelajar yang diakui pemerintah hanya OSIS sebagai organisasi intra sekolah dan Pramuka sebagai organisasi ekstra sekolah. Sehingga ladang garap IPNU tidak hanya pelajar dan santri saja, tetapi juga pemuda, remaja dan mahasiswa.

Di dalam kongres XIV tanggal 18 – 24 Juni 2003 di Surabaya IPNU sepakat untuk kembali ke habitatnya semula dengan berganti nama menjadi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dengan orientasi pelajar, santri dan mahasiswa.

Lahirnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan wadah pengkaderan bagi generasi muda NU yang bersumber dari kalangan pesantren dan pendidikan umum, yang diharapkan dapat berkiprah di berbagai bidang, baik politik (kebangsaan), birokrasi, maupun bidang-bidang profesi lainnya. Pada awalnya embrio organisasi ini adalah berbagai organisasi atau asosiasi pelajar dan santri NU yang masih bersifat lokal dan parsial.
Tujuan Organisasi
Terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah swt., berilmu, berakhlaq mulia, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegaknya syariat Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Di bidang pendidikan IPNU mempunyai tujuan:
• Untuk memelihara rasa persatuan dan kekeluargaan di antara pelajar umum, santri dan mahasiswa.
• Membina dan meningkatkan pendidikan dan kebudayaan Islam.
• Meningkatkan harkat masyarakat Indonesia yang berasusila dan mengabdi kepada agama, bangsa dan negara.

Trilogi IPNU
Konsep dasar perjuangan IPNU di masyarakat pelajar
Belajar – Berjuang – Bertaqwa..
Continue Reading
 
Copyright © 2011. PIMPINAN ANAC CABANG IPNU-IPPNU PEKUNCEN - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger